<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Becozofyou's Blog</title>
	<atom:link href="http://becozofyou.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://becozofyou.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2009 04:29:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='becozofyou.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Becozofyou's Blog</title>
		<link>http://becozofyou.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://becozofyou.wordpress.com/osd.xml" title="Becozofyou&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://becozofyou.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AKU BANGGA JADI MUALLAF</title>
		<link>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/aku-bangga-jadi-muallaf/</link>
		<comments>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/aku-bangga-jadi-muallaf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>becozofyou</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[lebih baik orang yang berilmu sedikit tapi mengamalkan dan terus belajar daripada banyak ilmu tapi tak mau mengamalkan dan mudah puas akan ilmunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/aku-bangga-jadi-muallaf/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Saya adalah seorang gadis yang berlatar belakang keluarga penganut Nashrani. Tentunya, setiap hari Minggu kami sekeluarga pergi ke gereja untuk beribadah. Keluarga saya termasuk pemeluk Nashrani yang taat dan rajin beribadah. Kami tak hanya mengikuti ibadah minggu, namun kami juga mengikuti ibadah di luar gereja. Akan tetapi, pada saat saya dan kakak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=8&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh<br />
Saya adalah seorang gadis yang berlatar belakang keluarga penganut Nashrani. Tentunya, setiap hari Minggu kami sekeluarga pergi ke gereja untuk beribadah. Keluarga saya termasuk pemeluk Nashrani yang taat dan rajin beribadah. Kami tak hanya mengikuti ibadah minggu, namun kami juga mengikuti ibadah di luar gereja. Akan tetapi, pada saat saya dan kakak masih balita, kami tidak diperkenankan oleh ayah untuk dibaptis, karena jika kami telah dewasa kamilah yang menentukan agama kami sendiri. Selain itu, kami termasuk keluarga yang dikenal kaya oleh tetangga kami. Bagaimana tidak, kami memiliki sebuah mobil yang bagus, setiap malam kami makan di sebuah mal terkemuka di kota, dan apa yang kami inginkan hanya tinggal menunjuk saja, maka barang itu sudah dapat kami miliki.<br />
	Namun ketika saya berumur 8 tahun, ayah mengatakan kepada saya dan kakak bahwa ayah dan ibu akan menjadi penganut agama Islam. Ayah kemudian menawarkan kepada kami untuk ikut menganut agama Islam. Mendengar hal itu, kami pun dengan senang hati menerimanya, karena pada saat itu saya masih kecil, dan pada saat itu pikir saya adalah jika saya menganut agama Islam, maka saya akan mendapatkan teman yang banyak.<br />
	Keinginan ayah untuk menganut agama Islam dimulai ketika ia merasa ibadahnya itu-itu saja. Mulai dari ke gereja, duduk, mendengarkan ceramah yang isinya juga itu-itu saja. Selain itu, ayah merasa pedoman yang digunakan hanyalah buatan manusia yang berisi tipuan belaka. Dan semua itu tidak bisa menjawab ratusan pertanyaan yang ada dikepalanya.<br />
Kegembiraan kami dalam menjadi kaum muslimin tidak berhenti sampai disitu, kami mengalami banyak kemunduran dalam segi harta maupun mental. Kami yang pada awalnya keluarga yang dikenal kaya di kalangan tetangga kami, menjadi keluarga yang dikenal hidup pas-pasan. Para tetangga yang pada awalnya sangat menghormati kami, berubah mencibir kami. Para tetangga kami bagaikan seekor serigala berbulu domba. Tidak hanya mereka, tapi banyak orang disekitar kami yang mulai memusuhi kami. Ayah saya terkena PHK ditempat kerjanya. Kami yang terbiasa makan makanan cepat saji dan restoran berubah menjadi keluarga yang tiap harinya makan-makanan seadanya, atau nasi dan tempe beserta sambal. Pernah, pada suatu hari saya dan ayah kehabisan uang, bahkan menemukan selembar uang seribu rupiah amatlah menyenangkan, dan sebagian besar uang kami hanyalah recehan-recehan rupiah yang biasanya sering tak dihiraukan banyak orang. Akhirnya kami berdua hanya bisa membeli 1 kilo beras dan 2 bungkus mie, dan bahan makanan itu harus dihemat hingga 2 hari ke depan. Subhanallah, entah kenapa makanan itu begitu mengenyangkan dan sangat nikmat. Dan setelah bahan makanan kami habis dan sedikit kebingungan, syukur alhamdulillah teman ayah saya memberikan uang sebesar 500 ribu!!! Subhanallah, mukjizat apalagi ini?! Kejadian itu hanyalah secuil dari bongkahan kisah kami yang menakjubkan.<br />
	Hingga pada saat ibu saya mengenakan jilbab, saya hanya biasa-biasa saja dalam menanggapinya. Namun, pada saat saya kelas 2 SMP, saya mengalami krisis percaya diri dalam diri saya, saya merasa tidak percaya diri dalam bersikap hingga berdandan. Dan saya merasa penampilan saya aneh. Dan yang lebih parah lagi, saya merasa telanjang, padahal saya sudah berpakaian serta kenyataannya tidak seperti yang saya risaukan. Kemudian, saya mengalami alergi gatal terhadap debu di lengan saya.<br />
Hal itu bertahan hingga saya kelas 1 SMU. Saya melihat teman saya yang mulai memakai jilbab, kemudian kakak dan ibu saya yang mulai mengingatkan saya untuk mengenakan jilbab. Dan pada awalnya saya tidak menghiraukannya, namun lama kelamaan saya berpikir, mungkin ini jawaban saya dalam menghadapi masalah alergi, percaya diri, dan setumpuk kegelisahan saya selama ini. Lagi-lagi keinginan itu terhambat dengan muncul statemen di pikiran saya bahwa memakai jilbabnya saat saya sudah menikah saja. Lalu saya berpikir ulang lagi, mungkin kalau saya masih hidup hingga saya menikah, saya bisa menerapkannya, tapi bagaimana kalau sebelum menikah dan belum mengenakan jilbab saya sudah meninggal duluan? Padahal kematian itu Allah Ta’ala yang mengatur.<br />
Akhirnya, selama hampir 1 tahun saya mengalami perang batin dalam diri saya, saya pun meminta ibu saya untuk membelikan seragam berlengan panjang. Teman-teman saya pada saat itu banyak yang terkejut. Pada awalnya, saya hanya mengenakan jilbab gaul yang ukuran jilbabnya hanya sebatas bahu saja ataupun ketat. Karena pada saat itu yang ada dipikiran saya bahwa jilbab hanyalah penutup seluruh tubuh beserta kepala saja. Kakak saya yang berada di luar kota untuk sekolah pun amatlah senang setelah mendengar bahwa saya mengenakan jilbab. Sampai-sampai setiap pulang kerumah, ia selalu membawakan buku-buku tentang Islam dan sebagainya, selain itu kakak juga memberikan banyak motivasi kepada saya. Dan lama-kelamaan saya mengerti tentang ilmu agama, dan  saya pun akhirnya mengerti bahwa jilbab tidak hanya sebagai penutup kepala saja. Namun jilbab haruslah menutup seluruh tubuh, tidak ketat, dan tidak transparan. Setelah mengetahui hal itu, jilbab saya makin hari bertambah panjang hingga menutupi lengan. Teman-teman bahkan guru saya mulai memandang aneh pada saya. Namun saya tak pernah menghiraukan mereka, walaupun banyak cacian dan hinaan dari beberapa teman yang menghiasi hari-hari saya disekolah. Tak lupa saya juga mengingatkan teman-teman saya tentang syariat-syariat Islam, tapi banyak dari teman saya yang tidak menghiraukan saya. Alhamdulillah, kesabaran saya berbuah juga. Beberapa teman saya akhirnya mau menerima dakwah kecil-kecilan saya hingga saya lulus SMU.<br />
Tentunya, setiap siswa SMU ingin memiliki universitas impian. Tapi berbeda dengan saya. Sikap saya yang pesimis akan memasuki universitas impian muncul karena keadaan ayah saya yang belum juga mendapatkan pekerjaan. Sesungguhnya Allah tidak akan menguji seorang hambanya jika hambanya tidak mampu melakukannya. Dengan penuh rasa terpaksa saya mengikuti tes ujian masuk universitas karena dorongan orang tua. Dalam menunggu hasil tes, saya terus berdo’a agar saya diberikan pilihan yang terbaik oleh Allah. Dan syukur Alhamdulillah, setelah ayah saya tidak bekerja selama kurang lebih 6 tahun, akhirnya ia diterima bekerja disebuah perusahaan mesin. Tak henti-hentinya kami bersyukur. Allah Maha Kuasa. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya saya diterima diuniversitas impian saya. Sungguh, kenikmatan apalagi ini?!<br />
Ketika saya mulai menapaki jenjang universitas, saya bertemu teman-teman muslimah lain yang sangat menyenangkan. Saya mulai memiliki banyak teman di beberapa universitas dengan mengikuti kajian-kajian Islam. Sehingga bertambah kuatlah cinta dan keinginan saya  untuk belajar tentang Islam. Dan jilbab saya pun makin bertambah panjang pula. Dan pastinya, teman-teman dikelas dan orang-orang disekitar saya pun juga makin merasa aneh melihat saya. Tapi lama-kelamaan, teman-teman dikelas saya tidak lagi melihat penampilan saya dan baik kepada saya. Namun walaupun banyak orang-orang disekitar saya yang masih mencaci saya. Dan bagi saya, cacian mereka bagaikan penghapus yang menghapus dosa-dosa saya. Insyaallah.<br />
Saat saya menulis cerita ini saya menyadari, bahwa kehidupan glamor saya pada saat saya masih belum beragama Islam hanyalah impian belaka dan penuh dengan tipuan. Selain itu, kami merasa tidak tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena menurut pengalaman yang saya alami, jika kekayaan dunia itu tidak diatur dengan berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka semua itu tidak ada artinya dan hanya kenikmatan sesaat yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam siksa untuk selamanya. Walaupun saya dan keluarga kini hidup sederhana, namun kami sungguh bahagia, dan kami juga merasa lebih tenang dan nyaman dalam menghadapi kehidupan keseharian kami.<br />
Mungkin orang melihat kami adalah orang yang tergolong tidak mampu, namun kami merasa kaya. Karena jika seseorang itu merasa miskin, maka ia adalah miskin, tapi jika ia merasa kaya, maka ia adalah orang yang kaya. Kami memang miskin harta, tapi kalau soal iman, kami tidak boleh miskin. Didunia kami memang tak punya harta, tapi kami terus berharap dan berdo’a, agar Allah akan membangun istana untuk kami disurga. Segala sesuatu jika disyukuri pasti akan nikmat, namun janganlah lupa untuk berusaha. Saya dan keluarga percaya, bahwa Allah akan menguji hambanya sesuai dengan kemampuan hambanya. Namun hingga saat ini, saya masih merasa iri kepada teman-teman saya yang lahir dalam keadaan beragama Islam. Ingin rasanya saya mengalami hal yang serupa. Tak apalah saya lahir dalam keadaan bukan seorang Muslim, tapi jika ditanya soal iman, keimanan saya tidak boleh kalah dengan mereka. Selagi jantung masih berdetak, maka saya tidak boleh lelah dalam beribadah dan terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena kita didunia ini kita hanya numpang ngiyup saja, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Sungguh, Allah Maha Agung, Maha Kuasa, dan segala-galanya bagi kami. Bagi saya, menjadi seorang Muslim merupakan kenikmatan luar biasa yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya dan tak bisa digantikan dengan apapun.<br />
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh</p>
<p>— Ummu Zakiyah,  Surabaya —</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/becozofyou.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/becozofyou.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=8&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/aku-bangga-jadi-muallaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc1fbfbb411548d526aba48acc13ad94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">becozofyou</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGGAPAI KASIH SAYANG ALLAH</title>
		<link>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/menggapai-kasih-sayang-allah/</link>
		<comments>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/menggapai-kasih-sayang-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>becozofyou</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[barang siapa yang mendekat pada-Nya]]></category>
		<category><![CDATA[maka Ia akan jauh lebih dekat lagi pada orang itu.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/menggapai-kasih-sayang-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatu. Because of Allah, hatiku tergerak untuk menceritakan pengalaman pribadiku. Dan apa yang aku tulis ini merupakan kisah nyata dari hidupku. Mungkin sebelumnya aku tidak menyangka akan mengalami hal ini. Aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dan tidak memiliki background spiritual yang hebat. Aku anak sulung dari dua bersaudara. Namun jika boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=7&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatu.</p>
<p>Because of Allah, hatiku tergerak untuk menceritakan pengalaman pribadiku. Dan apa yang aku tulis ini merupakan kisah nyata dari hidupku.<br />
Mungkin sebelumnya aku tidak menyangka akan mengalami hal ini. Aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dan tidak memiliki background spiritual yang hebat. Aku anak sulung dari dua bersaudara. Namun jika boleh jujur, kehidupan keluargaku tidak seharmonis keluarga yang lain. Ibuku adalah seorang yang bertemperamen tinggi. Sehingga adu mulutpun tak jarang kita alami, baik itu dengan ayah, adik laki-lakiku, maupun aku. Air mata sering jatuh di pipiku, namun ayah dan ibuku tak pernah tahu.<br />
Sejak aku dilahirkan sampai sekarang, sudah empat kali kami berpindah rumah karena kepentingan dinas ayah. Dan akhirnya sejak SMP sampai sekarang kami resmi menetap di sebuah kota yang dekat dengan tempat kerja ayah.<br />
Sebelumnya tidak ada pendidikan istimewa di keluargaku untuk menumbuhkan kecintaan beragama, walau dulu aku sempat mengenyam madrasah pada sore hari saat kelas 2 SD. Selebihnya aku sekolah di sekolah negeri. Sedangkan malam harinya aku mengaji Al-Qur’an di sebuah rumah guru ngajiku bersama teman-teman sebaya yang lain. Walau demikian, sekan kenikmatan beribadah kepada sang Khalik belum dapat aku capai. Boleh ku katakan, semuanya masih dalam taraf pembiasaan semata.<br />
Waktu SMP, kegiatan ngajiku di rumah ustadzku berhenti, karena keluargaku memutuskan pindah dan menetap di sebuah kota baru, sampai sekarang. Kota ini cukup Islami. Rumahku pun dekat dengan lingkungan pesantren. Kehidupan baru di kota baru aku jalani dengan senang hati. Banyak kegiatan organisasi yang aku jalani. Temanku juga banyak. Maklum, aku termasuk remaja yang mudah bergaul dan beradaptasi. Di SMA dulu aku getol menjadi pengurus OSIS dan MPK. Selain itu, aku juga ikut ekskul jurnalistik , teater, bahkan sempat juga ikut cheerleader.<br />
Setapak demi setapak pengalaman religiku mulai terbentuk. Di kelas 2 SMA aku memunyai teman dari lingkungan pondok. Sebut saja namanya Asri. Ia sering mengajakku ikut istighotsah. Ia juga menyarankanku agar memakai jilbab. Dari situ aku mulai penasaran dengan namanya manaqib, dsb. Bahkan dulu aku pernah bela-belain jalan kaki hampir 1 km jauhnya untuk datang di acara manaqib dekat rumah. Itu semua aku lakukan untuk memenuhi rasa keingintahuanku pada manaqib.<br />
Walau demikian, aku belum mampu membulatkan tekadku untuk mengenakan jilbab dengan dalih takut apa yang aku kenakan nanti tidak sesuai dengan kelakuanku sehari-hari yang masih “petingkrang-petingkring”. Kini aku tahu saat itu sikapku salah. Hal itu juga ditunjang dengan saran ibu agar aku netral saja dulu, dan memakai jilbab nanti saja saat masuk kuliah.<br />
Entah mengapa sejalan dengan itu aku berkeinginan memunyai, maaf, cowok yang sholeh, yang bisa menjadi pembimbingku agar lebih dekat dengan-Nya. Suatu hari, Asri mengenalkanku pada salah seorang temannya yang juga berasal dari lingkungan pesantren, sebut saja namanya Ahmad. Ia memberi nomor telepon Ahmad. Alhasil, kami sering sms-an. Astaghfirullah… Namun sekalipun aku belum pernah bertemu dengannya. Tapi aku percaya bahwa orang yang dikenalkan Asri padaku itu adalah orang baik. Aku pun respect padanya. Dan sampai suatu ketika aku mengetahui bahwa Ahmad berasal dari keluarga terpandang.<br />
Hidup terus berputar. Ketika memasuki bangku kuliah aku memutuskan untuk memakai jilbab. Namun jilbab yang aku kenakan saat itu sama sekali tidak syar’i. Aku hanya memakai kudung yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai jilbab modern. Kain yang aku pakai itu hanya sekedar menutupi badan dan rambutku saja. Namun lekuk-lekuk tubuhku masih terlihat jelas, bahkan cenderung, maaf, ketat.<br />
Hari demi hari kuhabiskan dengan berkuliah, mengikuti BEM, dan beberapa UKM lainnya. Selain itu, pada saat itu aku juga memiliki kegiatan ekonomi yang cukup menyibukkanku. Tak jarang aku pulang malam dan berkumpul dengan klien baik perempuan maupun laki-laki. Sebagai pemuda yang haus akan pengalaman, aku sangat bersemangat melakukan aktivitas-aktivitasku. Padahal apa yang aku lakukan sama sekali tidak sesuai dengan aturan Islam yang diajarkan oleh rasulullah. Lingkunganku pada saat itu membentuk mentalku menjadi manusia yang hubbun dunya. Boleh aku katakan, itulah kenanganku yang paling buruk dan berdampak hingga sekarang. Aku sering merasa sangat bersalah jika teringat tentang apa yang pernah aku lakukan dulu. Astaghfirullah, semoga Allah menghapus dosa-dosaku yang telah lalu.<br />
Di tengah-tengah kesibukanku itu, tiba-tiba Asri mengabariku tentang suatu hal. Ahmad akan segera meninggalkan Indonesia. Ia akan berangkat ke sebuah negeri Arab untuk menuntut ilmu di sebuah pesantren di sana. Yang lebih membuatku kaget lagi bahwa ia akan berada di sana selama lima tahun lebih.<br />
Keadaan itu memaksa kami agar bertemu untuk terakhir kalinya sebelum ia berangkat ke luar negeri. Tak dapat dipungkiri lagi, kami pun saling mengakui perasaan kami satu sama lain. Sekali lagi, semoga Allah mengampuniku.<br />
Beberapa bulan setelah itu titik perubahan jati diriku mulai terbentuk. Waktu itu Ahmad belum berangkat ke luar negeri karena delay untuk urusan pembuatan visa selama beberapa bulan. Suatu ketika saat kampus fakultas mengadakan acara OSPEK, seorang akh mendekatiku. Ia adalah orang yang humoris dan care. Dengan gayanya yang khas ia bercerita tentang apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai. Sampai akhirnya mengenalah pembicaraannya itu pada jilbab. Ia mengutarakan kegundahannya melihatku berpakaian ketat di hadapan maba-maba. Entah mengapa guyonannya yang lucu itu justru membuatku menangis. Sepertinya ada silet yang menyayat-sayat hatiku. Aku mulai berpikir bahwa apa yang dikatakannya itu memang benar. Ikhwan mana yang senang jika melihat seorang akhwat berpakaian ketat? Karena melihatku menangis, ia pun merasa bersalah. Dan setelah acara kampus itu ia beberapa kali datang ke kosku untuk membimbingku mengenal Islam lebih dekat. Mungkin akan lebih tepat lagi jika yang membimbingku adalah akhwat. Tapi bagaimanapun juga aku berdoa semoga Allah membalasnya dengan pahala yang jauh lebih besar karena apa yang telah ia dakwahkan padaku dulu.<br />
Kejadian kala itu membuatku haus akan ilmu Islam. Aku terus berdiskusi dengan teman dari berbagai pemikiran, tak terkecuali Ahmad yang ilmu agamanya lebih tinggi dari pada aku. Kejadian lain yang membuka mata hatiku adalah pada saat aku bertemu dengan orang tunanetra di masjid. Ia memang buta, pakaiannya saja tak mencerminkan bahwa ia adalah orang yang mampu, tapi pengalaman yang dimilikinya di atas kebanyakan orang normal. Ia seorang musafir yang tidak memunyai apa-apa. Tapi kemampuan berbahasa Inggris dan pengetahuan teknologi dan Islamnya sangat bagus. Bahkan yang membuatku heran lagi adalah ia pernah singgah di luar negeri, seingatku untuk memenuhi undangan pejabat negeri itu. Sekali lagi, ia memang buta. Namun Allah memberinya kemampuan yang tidak biasa dimiliki oleh orang normal. Pembicaraannya denganku menggambarkan seakan-akan ia dapat menebak isi hati orang lain. Ia meyakinkanku akan kebesaran Allah.<br />
Banyak hal yang membuat mata hatiku terbuka. Namun hal itu tentu tak dapat aku sebutkan satu-persatu. Tak beberapa lama setelah pertemuanku dengan orang buta itu, aku memenuhi undangan seorang ukhti untuk mengikuti kajian tentang akhwat. Acara tersebut berlangssung malam hari. Salah satunya membahas tentang jilbab. Dalam forum itu seorang ustadzah menjelaskan tentang tata cara berjilbab yang syar’i.Because of Allah, hatiku benar-benar terbuka bagaikan ada cahaya yang masuk dalam kalbu. Tanpa menunda sehari-dua hari, malam itu juga aku memutuskan untuk mengenakan jilbab syar’i. Keputusanku itu tentu saja membuat kaget banyak orang, namun tidak dengan Ahmad. Ia jusru senang melihat perubahanku itu. Hampir setiap hari ujian berat datang padaku. Tak jarang aku menjadi pembicaraan teman kos dan teman kuliah. Tapi aku tetap tegar. Aku anggap semua itu adalah bentuk kasih sayang Allah padaku.<br />
Dan ini adalah ujian terberatku. Hari itu adalah waktuku untuk pulang ke rumah. Ketika sampai halaman rumah, aku mencoba memberikan senyuman terindah pada ibuku pun menyambutku dengan senyuman pula. Beliau sempat menanyakan pakaian siapa yang aku kenakan itu. Aku pun menjelaskan panjang lebar tentang apa yang aku alami. Benar, sontak saja ibuku terkejut. Beliau marah besar padaku. Namun ayahku yang tenang itu mencoba menengahi antara aku dan ibuku. Aku berusaha untuk tetap tegar dan sabar, sehingga tak ada satu kalimat yang menentang ibuku. Aku berusaha untuk menjelaskan dengan kasih sayang. Sebab aku teringan akan firman Allah : “Jagalah keluargamu dari api neraka.”<br />
Orang tuaku pun mendatangi beberapa ulama terkenal di kotaku untuk berdiskusi mengenai perubahanku. Hampir setiap saat aku menangis, memohon pada Allah agar Dia membukakan mata hati kedua orang tuaku. Aku berharap agar ayah dan ibuku, juga adik laki-lakiku diberi hidayah oleh Allah. Kalian tahu? Setiap tetes air mata yang membasahi kelopak mataku seakan seperti air yang mengusap dosa-dosaku. Apakah Allah akan mengampuni dosa-dosaku selama in? Semoga saja demikian. Tapi aku yakin Allah Maha Pengampun. Akhirnya ayah dan ibu mengijinkanku memakai jilbab syar’i, walaupun pada awalnya ibuku belum sepenuhnya legowo dengan keputusanku itu.<br />
	Banyak kebiasaan yang aku ubah dalam hidupku. Mulai tata cara berpakaian, bergaul, juga cara shalatku. Jika dulu aku sering memakai pakaian yang agak ketat sekarang justru aku memakai pakaian yang serba longgar hingga menutupi seluruh auratku. Jika dulu aku sering nongkrong dan melakukan hal yang tidak berguna dengan teman-teman yang muhrim maupun non-muhrim, sekarang aku membatasinya demi menghindari fitnah. Jika dulu shalatku sering tidak khusyu’ dan tidak tepat waktu, sekarang aku mencoba untuk lebih menegakkan shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah. Semuanya berubah setahap demi setahap. Termasuk hubunganku dengan Ahmad. Walau dulu hubunganku hanya sebatas lewat telepon, namun hal itu tidak mampu untuk menahan yang dinamakan “zinah hati”. Banyak atau sedikit, pasti getaran-getaran datang menyelimuti hati dengan bisikan syetan yang tidak hentinya menggoda manusia. Aku mencoba menjelaskan pada Ahmad tentang bagaimana muslim seharusnya bergaul dengan non-muhrimnya. Aku mencoba menjelaskan agar hubungan ini seharusnya hanya sebatas teman.<br />
	Lima bulan telah berlalu. Waktu Ahmad untuk menunda kepergiannya ke luar negeri telah habis. Kini ia harus segera berangkat untuk menuruti perintah orang tuanya itu. Berat memang, tapi aku berusaha untuk lapang dada melepas kepergiannya. Siapa dia bagiku? Dia bukanlah suamiku. Tidak seharusnya aku memiliki perasaan berlebih padanya. Selama diri ini masih belum diberi Allah kepercayaan untuk menikah, maka aku mencoba menguatkan pendirian bahwa hatiku hanya milik Allah semata. Inna shalaati wa nusuki wa maa yahya wa ma maati lillaahi robbil ‘aalamiin. Sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku, matiku semata-mata hanya untuk Allah SWT.<br />
	Alhamdulillah, sekarang ini keluargaku tidak seperti dulu lagi, yang sering tidak tentram dengan godaan amarah. Walau perekonomian kami menurun, tapi keluarga kami lebih tentram berkat kasih saying Allah yang semakin hangat. Subhanallaah, Allah telah membuka mata hati ayahku, sehingga kini ia lebih rajin beribadah. Kini ayahku selalu shalat lima waktu tepat waktu dan tak ketinggalan berjamaah di masjid. Beliau rela bangun hamper di setiap malamnya untuk melaksanakan shalat tahjjud. Ayah juga rajin puasa sunnah, diikuti ibuku. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya pada kami, khususnya ibu dan adikku.<br />
Dalam pintaku, aku selalu berdoa agar Ahmad diberi Allah jodoh yang jauh lebih baik dariku. Ya Allah, semoga Engkau memberikan perlindungan dalam setiap amal ibadahnya. Jika Engkau menghendaki ya Allah, maka berikanlah sesuatu yang Engkau cintai untuknya, yaitu istri yang menurut Engkau pantas untuknya. Hamba tidak meminta sesuatu yang berlebih di dunia ini. Hamba hanya berharap semoga Engkau menyelamatkan hamba dan keluarga hamba dari panasnya api neraka. Lindungilah saudara-saudara hamba yang muslim dari kejahatan dunia. Kumpulkanlah kami di surga-Mu, dan jauhkanlah kami dari orang-orang kafir. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang sedikit, yaitu yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan. Serta jauhkanlah kami dari dosa-dosa kami sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, pertemukanlah kami dengan-MU dan dengan kekasih-Mu, nabi Muhammad SAW, di dalam tempat yang Engkau ridlai, bersama dengan para penghuni surga yang lain. Ya Allah, sesungguhnya hanya kepada-Mu tempat kembali kami.<br />
	Semoga kisah nyata yang aku alami dapat memberi hikmah bagi yang membacanya. Hidup di dunia hanya sementara. Tanda-tanda kiamat telah datang.  Kapan lagi kita akan melakukan perubahan menjadi lebih baik jika tidak saat ini? Wallaahu a’lam bisshowab.<br />
	Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatu.</p>
<p>— Az-Haar, somewhere —</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/becozofyou.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/becozofyou.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=7&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://becozofyou.wordpress.com/2009/04/29/menggapai-kasih-sayang-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc1fbfbb411548d526aba48acc13ad94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">becozofyou</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;aruf yuuukz,,,,</title>
		<link>http://becozofyou.wordpress.com/2009/02/18/taaruf-yuuukz/</link>
		<comments>http://becozofyou.wordpress.com/2009/02/18/taaruf-yuuukz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 02:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>becozofyou</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://becozofyou.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatu Bismillahirrohmaanirrohiim. With love, kami hadir untukmu, saudara… untuk berbagi kisah kehidupan dalam satu renungan, untuk menyatukan nafas demi satu tujuan, untuk membisikkan sebuah panggilan Tuhan, untuk merapat dalam sebuah hangat dekapan, dan untuk menebar seberkas kasih sayang….. hyaaa…, wiz2 nangise!! Ngono ae nangis rek2… cup2 cayank… hehe… walah, opo tho yo iki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=4&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatu<br />
Bismillahirrohmaanirrohiim.<br />
With love, kami hadir untukmu, saudara…<br />
untuk berbagi kisah kehidupan dalam satu renungan,<br />
untuk menyatukan nafas demi satu tujuan,<br />
untuk membisikkan sebuah panggilan Tuhan,<br />
untuk merapat dalam sebuah hangat dekapan, dan<br />
untuk menebar seberkas kasih sayang…..</p>
<p>hyaaa…, wiz2 nangise!! Ngono ae nangis rek2… cup2 cayank… hehe…<br />
walah, opo tho yo iki sebenere?! Wonk edyan paling sing nulis..???<br />
hmmm… saudara2ku sebangsa setanah air, beda bapak beda ibu (lho, ya iyalah!!), tapi seakidah rek… “Be Coz of You” lahir untuk berbagi kisah kehidupan yang 100% berasal dari pengalaman nyata sahabat kita.<br />
Mang syapa sahabatnya? Ya yang kenal lewat friendster, lewat email, temannya temen, temen nongkrong di warung, temen kos2an, walah… pokoke sak kenale lah! Hehe…<br />
Upz! Ada yang kelupaan nich! Kalian pasti nyangkanya “Be Coz of You” tuch isinya soal cinta2an khan? Nggak lagi cayank.. (hyekz, huek! He…)  “You” yang dimaksud dalam hal ini tdk lain tdk bukan adh ALLAH SWT. Isinya? Tujuannya? Tujuannya ya bwt ngajak antum sekalian untuk merenungkan kisah nyata yang ada di dalamnya agar menjadi ikhtibar bagi cmuah&#8230;.<br />
so, check it out!! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/becozofyou.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/becozofyou.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=becozofyou.wordpress.com&amp;blog=6505813&amp;post=4&amp;subd=becozofyou&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://becozofyou.wordpress.com/2009/02/18/taaruf-yuuukz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bc1fbfbb411548d526aba48acc13ad94?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">becozofyou</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
